SMPIT IBNU SINA NUNUKAN

Jl. Pattimura RT.02 RW.01 Selisun, Nunukan Selatan - Kalimantan Utara

Mencetak Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

Begini Cara SMPIT Ibnu Sina Raih Nilai Tertinggi UN

Rabu, 07 Juni 2017 ~ Oleh admin ~ Dilihat 160 Kali


Peraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) tahun ajaran 2016/2017 se – Kabupaten Nunukan tingkat SMP sederajat diraih SMPIT Ibnu Sina Nunukan, sekolah swasta yang lokasinya berada di jalan Pattimura Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan. 
Diperingkat 1 diraih Muhammad Edward dengan jumlah nilai 344,0 lalu peringkat kedua diraih Nurhidayah Anugrah dengan jumlah nilai 332,0. Keduanya mengalahkan ribuan peserta lainnya yang mengikuti ujian nasional baik yang UNKP maupun UNBK (ujian nasional berbasis komputer) bulan Mei lalu. Untuk Edward mendapatkan penghargaan dari sekolah kategori multi talent student karena berbakat di berbagai bidang. 
Mendapatkan prestasi di bidang olahraga karena pernah mewakili cabang bulu tangkis tingkat provinsi juara 2 yang terakhir, sudah beberapa kali juara 1 di tingkat kabupaten, kemudian hafalan Alquran terbanyak di antara semua laki–laki yaitu sebanyak 2 juz. Untuk Nurhidayah mendapatkan penghargaan kategori the best student, sebab dari kelas VII sampai kelas IX selalu rangking 1 di kelas, kemudian terbanyak hafalan Alquran untuk lulusannya yaitu 3 juz. 
Kepala SMPIT Ibnu Sina Nunukan Arpiah menjelaskan, untuk kurikulum pembelajaran sama dengan sekolah negeri hanya saja ada tambahan kurikulum karena kita menggunakan dua kurikulum yaitu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Karena menerapkan kurikulum tambahan yaitu JSIT sehingga ada materi keislaman, namun untuk kurikulum lainnya sama dengan sekolah negeri. 
Pihaknya mengaku memberi pembekalan terlebih dahulu kepada anak–anak sejak awal. Mulai bimbingan belajar (bimbel) untuk kelas IX sejak semester satu di bulan Agustus tahun lalu. Artinya begitu siswa naik kelas tiga langsung bimbel dan hasilnya tidak mengecewakan. “Untuk bimbelnya dilaksanakan setiap hari Sabtu mulai pukul 07.30 sampai pukul 15.00 wita,” ujar Arpiah. 
Untuk bimbel dikhususkan hari Sabtu untuk empat mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional. Kemudian untuk bimbel bekerjasama dengan dua lembaga dimana naskah soal untuk tryout memang dari luar yaitu dari Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) sebanyak tiga kali tryout dan dari JSIT sendiri dengan dua kali tryout sehingga ada lima kali tryout untuk siswa kelas IX. 
“Memang dari lima kali tryout, kita diberikan hasilnya dengan presentase se–Indonesia yang mengikuti. Dari hasilnya kami yakin anak–anak punya potensi karena kemampuan anak–anak sudah terlihat dari hasil tryout tersebut,” ujarnya, Selasa (6/6).
Adapun proses pembelajaran, sudah menerapkan lima hari mulai Senin hingga Jumat. Lima hari sekolah sudah diterapkan sejak SMPIT Ibnu Sina berdiri tahun 2011 lalu. Masuknya siswa mulai pukul 07.15 sampai pukul 16.00 Wita. Untuk angkatan pertama hanya 12 siswa, angkatan kedua ada 16 siswa, angkatan ketiga ada 32 siswa dan angkatan keempat, tahun ini yang lulus ada 42 siswa. Yang sekarang ini, jumlah siswa sebanyak 109 siswa dari 6 kelas mulai dari kelas VII, VIII dan IX, karena putra dan putri dipisah sehingga ada 6 kelas.
Meskipun dari kuota tidak memenuhi untuk satu kelas, maka diterapkan satuan terpisah antara putra dan putri sehingga pemisahan dilakukan sejak tahun kedua. Dengan demikian, pelajar terlihat mulai fokus dalam belajar.
“Kalau yang ada sekarang itu karena pemisahan putra dan putri, satu ruangan itu paling sedikit siswanya 8 orang yaitu kelas VII putra sedangkan yang paling banyak kelas VII putri sebanyak 27 orang,” sebutnya.
Kemudian, sarana dan prasarana diakuinya masih sangat terbatas, yang ada saat ini hanya 6 kelas terdiri dari 3 kelas putra dan 3 kelas putri dengan 1 kantor. Terbatasnya ruangan sehingga guru–guru bergabung di dalam kelas, wali kelas di dalam kelas kemudian karena ada 2 kelas yang jumlah siswanya sedikit sehingga dibagi menjadi dua ruangan untuk tambahan ruang guru. 
Jumlah guru sebanyak 13 orang termasuk Kepala Sekolah, dengan rincian guru putra ada 5 orang dan putri sebanyak 8 orang. Guru yang mengajar tidak terpisah dalam mengajar tetapi disatukan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 
“Jadi kita terbatas jumlah guru, terbatas sarana dan prasarana namun keterbatasan itu menjadi hikmah buat sekolah kami sehingga siswanya meraih nilai tertinggi UN selama dua tahun berturut–turut. Tentu kita berharap bantuan dari pemerintah untuk sarana dan prasarana,” pungkasnya.

http://www.korankaltara.co/read/news/2017/24023/begini-cara-smpit-ibnu-sina-raih-nilai-tertinggi-un.html

  1. TULISAN TERKAIT