SDIT IBNU SINA NUNUKAN

(Terakreditasi "A")
Jl. H. Agus Salim RT.08 Nunukan Barat - Kalimantan Utara

Istiqomah Berprestasi

SD IT Ibnu Sina Nunukan Terapkan Sekolah tanpa Kertas

Rabu, 11 Juni 2014 ~ Oleh admin ~ Dilihat 18 Kali

Program ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi sekolah-sekolah di kota besar. Tetapi program kegiatan belajar mengajar tanpa selembar kertaspun tentu menjadi hal yang baru bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Nunukan, di ujung utara Indonesia.
“Kita punya cita-cita, kita ingin meninggalkan kertas. Jadi anak-anak nantinya hanya menggunakan notebook atau laptop,” ujar Syafaruddin, Kepala SD Islam Terpadu Ibnu Sina Nunukan.

Untuk mendukung program sekolah tanpa kertas, saat ini telah dilakukan berbagai persiapan diantaranya dengan melaunching website. Program tersebut didukung server sendiri berkapasitas 130 gigabyte. “Ini mirip dengan milik Dikdasmen Kemendikbud. Sementara bisa diakses di ibnusina.poweredbyclrear.com. Tetapi nanti alamat yang kita pakai ibnusinanunukan.sch.id,” ujarnya.

Syafaruddin mengklaim, SD Islam Terpadu Ibnu Sina menjadi sekolah pertama di Kabupaten Nunukan yang menerapkan program seperti ini. 
Mulai tahun ajaran baru ini, pihak sekolah sudah mulai menerapkannya kepada murid keleas III, IV, V dan VI. “Kalau kelas I dan II harus menggunakan buku. Karena mereka juga harus belajar menulis manual,” ujarnya.

Para murid lalu mendownlod file tersebut dan mengerjakannya dari rumah. Setelah menyelesaikan tugas pekerjaan rumah, mereka lalu menguploadnya kembali. “Nanti buat PR, ada tugas, silakan buka tinggal didownload, kerjakan di rumah.  Jadi kalau selesai kirim lagi. Nanti gurunya akan memberi nilai,  dia akan menginput dan murid-murid bisa melihat nilainya,” ujarnya.

Setiap murid yang mendapatkan ID dan PIN juga bisa mengisi laman majalah dinding dengan mengupload sendiri karyanya. Sementara para guru dan karyawan bisa mengupload sejumlah informasi akademik mengenai sekolah, juga foto dan video.

Tak hanya terbatas pada kegiatan belajar mengajar antara murid dengan guru, laman yang bisa diakses versi android itu juga akan memudahkan interaksi antara orang tua, pihak sekolah maupun anaknya.

Para orang tua akan diberikan ID dan PIN milik anakanya. Sehingga mereka juga bisa memantau nilai termasuk hal-hal lain, cukup dari rumah dengan membuka laman dimaksud.  “Kedepan kita akan kembangkan absensi, sehingga orang tua bisa memantau kehadiran anaknya di sekolah,” ujarnya.

Tagihan biaya sekolah yang diupload ke laman itu, bisa diakses orang tua sehingga mereka bisa mengetahui biaya yang harus dibayarkan. “Nanti nilai rapor juga bisa diakses orang tua. Mereka bisa melihat langsung rapor harian bahkan rapat akhir. Nilai anak saya berapa?” ujarnya.

Pada laman itu ditampilkan berbagai informasi yang bisa diakses publik. Seperti informasi yang menjelaskan pegawai, identitas sekolah, kegiatan semester dan data murid. “Kedepan semua informasi akademik, profil sekolah termasuk pengumuman diupload ke sini. Jadi kalau sekolah butuh data, tinggal buka saja. Di sini terintegrasi,” ujarnya.

Pihaknya merencanakan mulai tahun depan penerimaan murid baru dilakukan secara online. Diharapkan impian mewujudkan sekolah tanpa kertas sudah bisa terealisasi dalam waktu satu atau dua tahun mendatang.

Sebelumnya pihaknya sudah menganjurkan para murid untuk membawa laptop atau notebook untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun karena selama ini pihak sekolah yang belum siap, akhirnya laptop dan notebook hanya digunakan untuk hal-hal lain.

Ia memastikan, program ini tidak akan membebani anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. Dengan program wakaf multimedia, keluarga yang mampu bisa mewakafkan laptop atau notebook bekas maupun baru kepada anak-anak yang tidak mampu. “Kita harapkan ini bisa terwujud. Dan ini rasional karena  anak tidak mampu dibantu orang tua yang lain yang mampu,” ujarnya.

Disebutkan, program yang dipelopori SD Islam Terpadu Ibnu Sina ini diharapkan memotivasi sekolah lain untuk menerapkan hal serupa. “Kita ingin punya kontribusi, harus ada pilot project. Kita bisa kalau mau. Menerapkan teknologi memang harus didukung guru yang kompetitif. Pertimbangan kita tergantung juga pada kesiapan SDM terutama guru,” ujarnya.

SD Islam Terpadu Ibnu Sina Nunukan yang memiliki 304 murid, berada dibawah satu yayasan yang juga menaungi TK dan SMP. “Nanti yayasan juga akan membuat teknologi seperti ini,” ujarnya

  1. TULISAN TERKAIT